✉ [email protected]
☏(0274) 383727
WA 0811-2671-919

Pegawai dan Mahasiswa Politeknik ATK Yogyakarta Ikuti Stadium General Menteri Perindustrian

Gambar 1 Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita
Yogyakarta – Pegawai dan mahasiswa Politeknik ATK Yogyakarta mengikuti Studium Generale Menteri Perindustrian yang menjadi rangkaian kegiatan Pelepasan Lulusan SMK-SMAK dan SMK-SMTI Tahun 2026 secara serentak pada Kamis (16/7). Kegiatan yang berpusat di SMK-SMAK Bogor tersebut mengusung tema "Bersama Mencetak SDM Industri Unggul, Berdaya Saing Global dan Berkelanjutan" serta diikuti oleh seluruh satuan pendidikan vokasi di bawah Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI), termasuk Politeknik ATK Yogyakarta.
Melalui kegiatan ini, sivitas akademika Politeknik ATK Yogyakarta memperoleh wawasan mengenai arah pembangunan industri nasional sekaligus penguatan motivasi dalam mempersiapkan sumber daya manusia industri yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global. Studium Generale ini juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi seluruh satuan pendidikan vokasi Kementerian Perindustrian dalam mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.
Dalam sambutannya, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa pendidikan vokasi industri merupakan investasi strategis dalam menyiapkan tenaga kerja terampil yang akan menjadi penggerak utama transformasi industri nasional. Menurutnya, sektor industri pengolahan terus menunjukkan kinerja positif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada Triwulan I Tahun 2026 industri pengolahan tumbuh 5,04 persen, menyumbang 19,07 persen terhadap PDB nasional, menyerap lebih dari 20 juta tenaga kerja, serta memberikan kontribusi sekitar 82 persen terhadap ekspor nasional.
"Industri pengolahan adalah tulang punggung ekonomi kita dan terus menunjukkan kinerja yang positif. Artinya, sektor industri bukan bidang yang sedang melemah, tetapi terus tumbuh dan membutuhkan tenaga-tenaga baru yang kompeten. Tangan-tangan para lulusan inilah yang akan menjadi bagian penting dari masa depan industri Indonesia," ujar Menperin.
Pada kesempatan tersebut, Menteri Perindustrian juga melepas sebanyak 2.369 lulusan dari sembilan SMK di bawah pembinaan Kementerian Perindustrian. Kesembilan sekolah tersebut memiliki spesialisasi yang beragam, mulai dari kimia industri, permesinan, otomasi industri hingga mekatronika yang disesuaikan dengan karakteristik serta kebutuhan sektor manufaktur di masing-masing wilayah.
Menperin menambahkan bahwa arah pembangunan industri nasional sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat industrialisasi dan hilirisasi dalam negeri. Oleh karena itu, keberadaan sumber daya manusia industri yang kompeten menjadi faktor penentu keberhasilan transformasi tersebut.
"Tidak ada hilirisasi tanpa laboratorium, dan tidak ada laboratorium tanpa analis. Tidak ada pabrik yang berjalan tanpa teknisi yang terampil. Cita-cita besar menjadikan Indonesia sebagai pusat manufaktur dunia tidak diwujudkan di ruang rapat, tetapi di meja laboratorium dan di lantai produksi."
Selain kompetensi teknis, Menperin juga mengingatkan pentingnya menjunjung tinggi integritas dan profesionalisme ketika memasuki dunia kerja. Menurutnya, keunggulan kompetensi harus berjalan beriringan dengan kejujuran dan tanggung jawab agar mampu menjaga mutu produk Indonesia sekaligus memperkuat daya saing industri nasional di pasar global.
Sementara itu, Kepala BPSDMI Kementerian Perindustrian, Doddy Rahadi, menyampaikan bahwa hingga Juli 2026 sebanyak 1.483 lulusan atau 63,70 persen dari total lulusan SMK Kementerian Perindustrian telah terserap bekerja di berbagai perusahaan industri. BPSDMI juga akan terus memberikan pendampingan bagi lulusan yang masih dalam proses pencarian kerja melalui asistensi penempatan kerja maupun penguatan kompetensi.
Partisipasi Politeknik ATK Yogyakarta dalam Studium Generale Menteri Perindustrian menjadi wujud komitmen perguruan tinggi vokasi di bawah Kementerian Perindustrian dalam mendukung pembangunan SDM industri yang unggul. Melalui kurikulum yang selaras dengan kebutuhan industri, pembelajaran berbasis praktik, teaching factory, serta kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri, Politeknik ATK Yogyakarta terus berupaya mencetak lulusan yang kompeten, adaptif, dan siap berkontribusi bagi kemajuan industri nasional.
Foto-foto:
Gambar 2 Turut serta mendamping Menteri Perindustrian: Ki-Ka Kepala SMK-SMAK Bogor - Wakil Walikota Kota Bogor - Kepala BPSDMI - Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian - Inspektur Jenderal Kementerian Perindustrian
Gambar 3 Menteri Perindustrian bersama para siswa SMK-SMAK Bogor