Dies Natalis ke-68, Politeknik ATK Yogyakarta Sambut Mahasiswa Baru dan Perkuat Daya Saing SDM Industri
Yogyakarta, 1 September 2026 | Politeknik ATK Yogyakarta menggelar Sidang Senat Terbuka dalam rangka Dies Natalis ke-68 sekaligus pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027, Selasa (1/9). Kegiatan ini menjadi momentum refleksi perjalanan 68 tahun sekaligus memperkuat komitmen dalam menyiapkan SDM kompeten untuk kebutuhan industri nasional.
Kegiatan dihadiri Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) yang saat ini menjabat sebagai Plt. Kepala BPSDMI Kementerian Perindustrian RI, Emmy Suryandari, S.T., M.T.M., Sekretaris BPSDMI Dr. Sidik Herman, S.Sn., M.M., Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi BPSDMI Wulan Aprilianti Permatasari, S.Kom., M.Si., pimpinan perguruan tinggi, mitra industri, instansi pemerintah, alumni, sivitas akademika, serta mahasiswa baru.
BPSDMI Tekankan Pentingnya SDM Kompeten
Dalam arahannya, Emmy Suryandari menekankan pentingnya ketersediaan SDM kompeten serta penguatan kerja sama dengan mitra industri. Menurutnya, Politeknik ATK Yogyakarta memiliki posisi strategis karena memiliki kompetensi khusus di bidang alas kaki, kulit, karet, dan plastik.
“Kompetensi teknis dan keterampilan yang relevan harus terus kita bangun agar selaras dengan kebutuhan industri, sehingga pendidikan vokasi mampu memenuhi kebutuhan industri,” ujar Emmy.
Ia juga menegaskan bahwa kebijakan industrialisasi merupakan salah satu tools untuk mengubah nasib bangsa. Karena itu, pendidikan vokasi harus menjadi bagian dari upaya memastikan kemerdekaan yang telah diraih selama 81 tahun dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi perekonomian Indonesia.
Direktur Politeknik ATK Yogyakarta, Dr. Sonny Taufan, menyampaikan bahwa Dies Natalis ke-68 bukan sekadar perayaan tahunan, tetapi menjadi momentum untuk merefleksikan perjalanan institusi sejak berdiri pada 1958 dan memperkuat perannya sebagai center of excellence penyedia SDM industri alas kaki, penyamakan kulit, karet, dan plastik.
Perkuat Mutu Akademik dan Tata Kelola
Sejumlah capaian strategis disampaikan dalam Sidang Senat Terbuka, antara lain keberhasilan Program Studi Teknologi Pengolahan Kulit (TPK) meraih Akreditasi Unggul dengan nilai 361 dan Program Studi Teknologi Pengolahan Produk Kulit (TPPK) meraih predikat Baik Sekali dengan nilai 346.
Politeknik ATK Yogyakarta juga terus mematangkan transformasi kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) agar kompetensi lulusan semakin relevan dengan kebutuhan industri. Dari sisi tata kelola, institusi telah memperoleh predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) pada Desember 2025 dan terus mendorong penguatan tata kelola melalui proses pengusulan menuju Badan Layanan Umum (BLU).
Perkuat Link and Match dan Internasionalisasi
Komitmen link and match dengan industri juga diperkuat melalui pengalaman internasional mahasiswa. Pada semester ganjil TA 2025/2026, 10 mahasiswa menyelesaikan Praktik Kerja Industri selama satu semester di Qingdao, Tiongkok.
Sementara itu, dua mahasiswa semester 5, Ananda Nara Yetta Kusmoro dari TPPK dan Athalia Vega Salsabila dari TPKP, akan mengikuti program magang di Tiongkok dengan beasiswa hasil kolaborasi Politeknik ATK Yogyakarta, Irootech Technology Co., Ltd., dan Wuhan Vocational College of Software and Engineering (WHVCSE).
4.458 Pendaftar, 268 Mahasiswa Baru
Animo masyarakat terhadap pendidikan vokasi industri juga tercermin dari 4.458 pendaftar pada penerimaan mahasiswa baru TA 2026/2027. Dalam sidang senat terbuka, mahasiswa baru Politeknik ATK Yogyakarta Tahun Akademik 2026/2027 secara resmi dikukuhkan sebanyak 268 orang.
Mahasiswa baru tersebut terdiri atas 132 mahasiswa TPPK, 85 mahasiswa TPKP, dan 51 mahasiswa TPK, yang berasal dari 19 provinsi di Indonesia. Jawa Tengah menjadi provinsi dengan jumlah mahasiswa terbanyak, yakni 64 mahasiswa atau 23,88 persen.
Selain itu, sebanyak 12 mahasiswa baru memperoleh beasiswa penuh, terdiri atas 10 penerima beasiswa Pemerintah Daerah DIY dan dua mahasiswa, Satria Parama Daniswara dan Rizka Oktaviani, yang memperoleh beasiswa penuh sekaligus uang saku bulanan dari Yayasan Mario Minardi.
PKKMB Tanpa Perpeloncoan
Direktur Politeknik ATK Yogyakarta menegaskan bahwa PKKMB dilaksanakan tanpa perpeloncoan. Kegiatan ini diarahkan untuk membangun kedisiplinan, karakter unggul, keselamatan kerja, dan budaya industri sejak mahasiswa mulai memasuki lingkungan kampus.
“Selamat belajar dan berkembang di Politeknik ATK Yogyakarta. Serap ilmu dan perkuat keterampilan sebanyak-banyaknya, karena ini akan menjadi bekal masa depan karier kalian yang sukses,” pesan Sonny.
Orasi Ilmiah Bahas Masa Depan Industri Alas Kaki
Sidang Senat Terbuka juga diisi Orasi Ilmiah oleh Prof. Doctor of Eng. Ir. Herianto, S.T., M.Eng., IPU., ASEAN Eng., Guru Besar Bidang Ilmu Sistem Manufaktur Aditif, Departemen Teknik Mesin dan Industri, Universitas Gadjah Mada.
Mengangkat tema “Membangun Masa Depan Industri Alas Kaki Indonesia melalui Personalisasi Produk dan Manufaktur Aditif” orasi membahas peluang pemanfaatan teknologi manufaktur aditif dan personalisasi produk dalam menciptakan industri alas kaki yang lebih adaptif, inovatif, dan sesuai dengan kebutuhan konsumen.
Pembahasan tersebut sejalan dengan peran Politeknik ATK Yogyakarta dalam menyiapkan SDM vokasi yang mampu mengikuti perkembangan teknologi dan menjawab kebutuhan industri masa depan.
Memasuki usia ke-68, Politeknik ATK Yogyakarta terus memperkuat sinergi dengan pemerintah, industri, perguruan tinggi, alumni, dan berbagai pemangku kepentingan untuk menghasilkan SDM unggul yang kompeten, adaptif, dan berdaya saing bagi kemajuan industri nasional.
Foto-foto: